PAMEKASAN — Upaya memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan terus dimatangkan. Ketua Satgas MBG Kabupaten Pamekasan, Sukriyanto bersama Ketua Pusat Penelitian dan Pengaduan MBG Madura (P3MBG Madura) menggelar silaturrahmi dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dalam rangka pembentukan Mitra Satgas MBG.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi antara pemerintah, aktivis, dan elemen masyarakat guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan tepat sasaran, transparan, dan sesuai standar.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bupati Pamekasan sekaligus Ketua Satgas Kabupaten, Muhri, Ketua P3MBG Madura Abu Yazid, Abdus Salam, Juhar Makmun, Heru, Imam Syafii, serta sejumlah perwakilan ormas yang menjadi inisiator pembentukan Mitra Satgas.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Pamekasan, Sukriyanto menegaskan pihaknya sangat mendukung keterlibatan para aktivis dan elemen masyarakat dalam mengawal program MBG agar pelaksanaannya lebih maksimal dan terbuka.
“Pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri. Kami sangat mengapresiasi inisiatif rekan-rekan aktivis dan ormas yang ikut terlibat dalam pengawasan MBG di Kabupaten Pamekasan,” ujarnya.
Menurutnya, pembentukan Mitra Satgas diharapkan menjadi jembatan pengawasan di tingkat masyarakat sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti.
Sementara itu, Ketua P3MBG Madura, Muhri juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya penguatan sistem pengawasan program MBG ke depan. Ia menilai keterlibatan publik menjadi bagian penting agar program yang menyangkut kebutuhan masyarakat tersebut berjalan lebih efektif dan akuntabel.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan kanal pengaduan melalui website resmi yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun aduan terkait pelaksanaan MBG.
Melalui kanal tersebut, masyarakat disebut tidak hanya bisa mengirim laporan, tetapi juga dapat memantau perkembangan dan hasil tindak lanjut dari setiap aduan yang masuk.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan yang lebih terbuka, cepat, dan responsif demi menjaga kualitas pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Pamekasan.